Keanekaragaman Suku dan Budaya (IPS Kelas IV)
1.
Pengertian
suku dan budaya
Suku bangsa merupakan
sekumpulan masyarakat yang memiliki kebiasaan dan budaya yang sama. Perlu kamu
ketahui bahwa bangsa Indonesia terdiri lebih dari 300 suku bangsa. Sebagai
contoh suku di Indonesia antara lain Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Tengger, Suku
Aceh, Suku Batak, Suku Asmat, Suku Dayak, Suku Bali, Suku Sasak, dan lain sebagainya.
Suku-suku tersebut ada yang belum banyak mendapat pengaruh budaya lain. Mereka
sering dikenal sebagai suku terasing.
Budaya dan kebudayaan
adalah semua hasil pengolahan akal pikiran, perasaan dan kehendak dari manusia.
Akal pikiran, perasaan, dan kehendak disebut dengan istilah cipta, rasa, dan
karsa. Budaya ada yang berbentuk fisik atau jasmani. Contohnya pakaian, rumah
adat, dan alat musik. Ada pula budaya yang berbentuk non fisik atau rohani.
Contohnya kepercayaan, bahasa, adat istiadat atau tradisi, dan pengetahuan.
2.
Bentuk-bentuk
budaya yang biasa terdapat di tiap suku bangsa antara lain sebagai berikut:
a.
Bahasa
Hampir tiap suku bangsa memiliki bahasa daerah yang berbeda satu
dengan lainnya. Bahasa daerah merupakan bahasa yang digunakan dalam bahasa
pergaulan sehari-hari di suatu daerah tertentu. Di Indonesia terdapat sekitar
665 bahasa daerah. Banyak sekali bukan? Contoh bahasa daerah adalah Bahasa
Bali, Bahasa Madura, Bahasa Batak, Bahasa Jawa, dan Bahasa Bugis. Apa nama
bahasa daerahmu? Bisakah kamu berbahasa daerahmu? Agar dapat saling
berkomunikasi antar suku bangsa, Indonesia memiliki bahasa nasional yakni
Bahasa Indonesia. Bahasa nasional ini berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa.
Coba bayangkan bagaimana jika di negara kita tidak memiliki bahasa nasional.
b.
Sistem
kemasyarakatan
Sistem kemasyarakatan meliputi kelompok atau organisasi, hubungan
kekerabatan, peraturan-peraturan, dan hukum.
·
Kelompok
atau organisasi
Pada dasarnya manusia selalu membutuhkan dan tidak dapat hidup sendiri.
Oleh sebab itu di tiap suku atau daerah biasanya terdapat kelompok-kelompok
atau organisasi. Suatu kelompok dipimpin oleh seseorang yang dihormati dan
disegani. Pemimpin ini disebut kepala adat atau kepala suku. Kepala adatlah
yang biasanya memimpin upacara-upacara adat.
·
Hubungan
kekerabatan
Masyarakat di daerah-daerah biasanya juga memiliki hubungan kekerabatan
tertentu yang kadang berbeda satu sama lain. Misalnya di daerah Minangkabau
hubungan kekerabatan didasarkan pada garis ibu yang disebut Matrilineal.
Sedangkan di Jawa hubungan kekerabatan didasarkan pada garis ayah yang disebut Patrilineal.
·
Peraturan
dan hukum
Di tiap suku bangsa biasanya terdapat peraturan atau hukum. Peraturan
ini ada yang tertulis ada yang tidak tertulis. Peraturan ini sering disebut
sebagai hukum adat. Di daerah tertentu hukum adat masih sangat ditaati oleh
masyarakat. Misalnya di masyarakat Kampung Naga, Jawa Barat terdapat peraturan
setiap ada penduduk yang lahir harus disertai dengan adanya orang yang keluar
dari desa. Peraturan ini membuat jumlah penduduk di desa ini selalu tetap.
c.
Rumah
adat
Di tiap daerah atau suku bangsa biasanya memiliki rumah adat
yang khas. Namun seiring dengan perkembangan jaman, rumah-rumah adat ini biasanya
sulit kita temukan di daerah perkotaan. Kita dapat melihat seluruh rumah adat
yang ada di Indonesia di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Contoh rumah adat
adalah Rumah Joglo di Jawa Tengah, Rumah Gadang di Sumatera Barat dan rumah
Tongkonan di Sulawesi Selatan.
d.
Upacara
adat
Pernahkah kalian mengikuti prosesi upacara adat di daerah
kalian? Upacara adat merupakan upacara yang berhubungan dengan adat istiadat atau
tradisi masyarakat. Upacara adat berkaitan erat dengan kepercayaan suatu
masyarakat. Upacara adat ada yang dilakukan secara sederhana. Namun ada pula
yang dilakukan secara mewah dan dengan biaya yang sangat besar. Contoh upacara
adat adalah Upacara Kasodo (Suku Tengger, Jawa Timur), Upacara Lompat Batu
(Suku Nias), Upacara Grebeg Suro (Jawa Tengah) dan sebagainya. Saat ini banyak
masyarakat yang tidak melakukan upacara adat. Hal ini antara lain disebabkan
oleh semakin berkembangnya pemikiran, agama dan kepercayaan. Selain itu
masyarakat saat ini lebih memilih hal-hal yang praktis dan cepat. Karena
upacara adat dianggap terlalu lama dan bertele-tele. Meski demikian masyarakat
yang tidak melaksanakan tetap menghargai dan menghormati mereka yang
melaksanakan.
e.
Pakaian
adat
Hampir semua daerah di Indonesia mempunyai pakaian adat sendiri.
Warna dan rancangan pakaiannya sangat indah. Pakaian khas tersebut selain indah
juga mempunyai arti tertentu. Untuk saat ini pakaian adat banyak yang tidak
dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Biasanya pakaian adat digunakan saat
upacara adat, upacara perkawinan dan saat memperagakan tarian atau pertunjukan
daerah. Berikut ini merupakan beberapa contoh pakaian adat.
f.
Senjata
tradisional
Dahulu
senjata tradisional sering digunakan untuk memotong, berburu, dan berperang.
Saat ini senjata tradisional lebih banyak digunakan sebagai hiasan atau pelengkap
pakaian adat. Contoh senjata tradisional adalah Senjata Badik (Betawi), Rencong
(Aceh), Keris (Jawa) dan Mandau (Kalimantan).
g.
Kesenian
Bentuk-bentuk kesenian sangat banyak, antara lain:
1.
Tarian
tradisional
Contoh tarian tradisional atau adat adalah Tari Serimpi (Jawa
Tengah), Tari Kecak (Bali), Tali Saman (Aceh), Tari Cakalele (Maluku) dan Tari
Piring (Minangkabau). Tarian adat sering ditampilkan dalam upacara perkawinan,
upacara adat, menyambut tamu atau dalam pertunjukan seni. Saat ini tarian
tradisional sudah banyak dikombinasikan dengan tarian modern.
2.
Seni
musik tradisional
Seni musik tradisonal menggunakan alat musik tradisonal pula.
Alat musik tradisional digunakan untuk mengiringi lagu daerah. Alat musik
tradisional di Indonesia cukup banyak. Contohnya adalah alat musik Gamelan dari
Jawa Tengah dan Jawa Timur, Tifa dari Papua, dan Angklung dari Jawa Barat. Saat
ini seni musik tradisional juga sudah banyak dikombinasikan dengan seni musik
modern.
3.
Seni
pertunjukan
Seni pertunjukan sama halnya dengan seni pentas. Negara kita
juga kaya akan seni pertunjukan. Contoh seni pertunjukan antara lain Ketoprak
dan Wayang Kulit dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, Lenong dari Betawi dan
Mamanda dari Kalimantan Selatan.
4.
Lagu
daerah
Indonesia kaya akan lagu daerah. Lagu daerah dinyanyikan dengan
bahasa daerah. Lagu-lagu daerah banyak yang tidak diketahui siapa pengarangnya.
Contoh lagu daerah adalah Bungong Jeumpa dari Aceh, Lir Ilir dari Jawa, Bubuy
Bulan dari Sunda, Ampar-ampar Pisang dari Kalimantan Selatan, dan Apuse dari
Papua. Bisakah kamu menyanyikan lagu daerahmu?
5.
Cerita
rakyat
Cerita rakyat merupakan cerita yang berkembang turun temurun di
masyarakat. Cerita rakyat ada yang merupakan sejarah ada pula yang merupakan
karangan. Cerita rakyat yang merupakan karangan biasanya tidak diketahui
pengarangnya. Contoh cerita rakyat antara lain Sangkuriang (Jawa Barat),
Malinkundang (Minangkabau), Putri Cendana (Nusa Tenggara), Kleting Kuning dan
Keong Emas (Jawa).
3.
Lirik
lagu daerah Yogyakarta
a.
Pitik
tukung
Aku duwe
pitik, pitik tukung
saben dina,
tak pakani jagung
petok gogok
petok petok ngendhog siji
tak teteske,kabeh
trondhol dhol dhol
tanpa wulu,
megal-megol gol gol gawe guyu
Aku duwe
pithik cilik wulune Brintik
Cucuk kuning
Jengger Abang Tarung mesti menang
Sopo wani
karo aku musuh pithikku
b.
Suwe ora jamu
Suwe ora jamu
Jamu godhong telo
Suwe ora ketemu
Ketemu pisan gawe gelo
c.
Sinom
Amenangi jaman edan
ewuh aja ing pambudimelu edan ora tahan
jen tan melu anglakoni
boya kaduman melik kaliren
wekasanipun dilalah karsa Allah
begjane kang lali
luwih begja kang engling lan waspada
Komentar
Posting Komentar